Jasa Raharja Perkuat Kepatuhan SWDKLLJ melalui SIGAP Instansi di BRI Multifinance Sleman
1 min read

Jasa Raharja Perkuat Kepatuhan SWDKLLJ melalui SIGAP Instansi di BRI Multifinance Sleman

Sleman – PT Jasa Raharja melalui Samsat Sleman melaksanakan tindak lanjut data GASPOLL melalui kegiatan SIGAP Instansi/Prioritas di PT BRI Multifinance Indonesia, Jalan Magelang Km 4,2, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sekaligus memperkuat koordinasi dengan pihak perusahaan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Trisno Supriyadi Fanggidae selaku Kepala Subbagian SW dan Humas bersama M. Fauzi Zamzam selaku Penanggung Jawab Samsat Sleman. Dalam kunjungan ini, petugas melakukan konfirmasi terhadap data kendaraan yang tercatat masih memiliki tunggakan SWDKLLJ. Berdasarkan hasil konfirmasi, satu kendaraan diketahui masih dimiliki oleh pihak perusahaan dan direncanakan segera melakukan pembayaran.

Trisno Supriyadi Fanggidae menyampaikan bahwa konfirmasi langsung kepada perusahaan menjadi langkah penting untuk memastikan status kendaraan sekaligus mendorong penyelesaian kewajiban yang masih tertunda. “Kami melakukan kunjungan ini untuk memastikan informasi kendaraan yang tercatat dalam data GASPOLL sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari hasil konfirmasi, kendaraan tersebut masih dimiliki dan pihak terkait telah menyampaikan rencana untuk segera melakukan pembayaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil kunjungan tersebut akan menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan pemantauan lebih lanjut terhadap rencana pembayaran yang telah disampaikan. “Kami berharap komitmen yang telah disampaikan dapat segera direalisasikan. Petugas akan terus melakukan tindak lanjut agar kewajiban SWDKLLJ dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Trisno.

Melalui kegiatan SIGAP Instansi/Prioritas ini, Jasa Raharja bersama Samsat Sleman terus mendorong kepatuhan pembayaran SWDKLLJ melalui komunikasi dan koordinasi langsung dengan pihak terkait. Hingga laporan disusun, belum terdapat realisasi pembayaran yang tercatat. “Kami akan terus menjaga komunikasi dengan pihak perusahaan dan memantau tindak lanjutnya agar penyelesaian kewajiban dapat berjalan dengan baik,” tutup Trisno.