Didukung Sentimen Positif, Harga Emas Diprediksi Lanjut Naik
3 mins read

Didukung Sentimen Positif, Harga Emas Diprediksi Lanjut Naik

Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang masih mendukung membuat logam mulia tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan pergerakan emas atau XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang masih cukup kuat. Pada sesi perdagangan pagi, harga emas bergerak naik secara agresif dan berhasil mempertahankan tren positif yang telah terbentuk dalam beberapa sesi terakhir.

“Kenaikan yang berlangsung secara impulsif tersebut mencerminkan minat beli masih mendominasi pasar,” ujar Geraldo dalam analisis hariannya, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, momentum penguatan tersebut membuka peluang bagi harga emas untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance terdekat di level USD4.354 per troy ons. Jika tekanan beli tetap terjaga dan tidak diimbangi aksi jual yang signifikan, harga berpotensi melanjutkan penguatan hingga mencapai target berikutnya di level USD4.421 per troy ons.

Dari sisi teknikal, tren naik masih terlihat solid. Meski harga telah mengalami kenaikan dalam waktu relatif singkat, belum terdapat sinyal yang menunjukkan perubahan arah menjadi bearish. Kondisi ini membuat peluang kenaikan dinilai masih lebih besar dibandingkan potensi koreksi dalam jangka pendek.

Sinyal serupa juga ditunjukkan oleh indikator stochastic yang saat ini berada di area overbought atau jenuh beli. Kendati kondisi tersebut sering dikaitkan dengan peluang koreksi, indikator tersebut belum memperlihatkan tanda-tanda pelemahan maupun pembalikan arah yang kuat.

“Momentum beli masih mendominasi sehingga tren naik masih memiliki peluang untuk berlanjut,” katanya.

Geraldo menjelaskan area support terdekat menjadi level penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, tren bullish diperkirakan masih berlanjut.

“Sebaliknya, jika tekanan jual mulai meningkat dan harga gagal mempertahankan support, peluang koreksi akan mulai terbuka. Namun untuk saat ini, skenario utama masih mengarah pada kelanjutan penguatan harga,” paparnya.

Selain didukung faktor teknikal, pergerakan emas juga memperoleh sentimen positif dari faktor fundamental. Meningkatnya ketidakpastian ekonomi global mendorong investor kembali mencari aset safe haven sebagai instrumen perlindungan nilai.

Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di berbagai kawasan, serta tingginya volatilitas pasar keuangan menjadi faktor yang mendorong permintaan terhadap emas.

Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat turut memberikan dukungan terhadap harga emas. Saat nilai dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaan berpotensi meningkat.

Faktor pendukung lainnya berasal dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Turunnya yield membuat biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah, sehingga logam mulia tersebut semakin menarik bagi investor.

Pasar juga mulai mencermati potensi perubahan arah kebijakan moneter Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mengambil kebijakan suku bunga yang lebih longgar dinilai menjadi sentimen positif bagi emas.

“Jika peluang penurunan suku bunga semakin besar, maka tekanan terhadap dolar berpotensi meningkat dan memberikan ruang bagi harga emas untuk melanjutkan kenaikan,” jelas Geraldo.

Selain itu, pelaku pasar masih menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, termasuk inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan aktivitas manufaktur. Jika data-data tersebut menunjukkan perlambatan, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed diperkirakan semakin menguat dan berpotensi mendukung kenaikan harga emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas pada perdagangan hari ini masih cenderung positif. Kombinasi momentum teknikal yang kuat, dominasi tekanan beli, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, pelemahan dolar AS, serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat menjadi faktor utama yang menopang penguatan harga.

Selama harga mampu bertahan di atas area support terdekat, emas diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan menuju level resistance USD4.354 per troy ons dan selanjutnya menguji area USD4.421 per troy ons dalam jangka pendek.