Indeks Dolar Melemah Usai Nvidia Catat Lonjakan Pendapatan
2 mins read

Indeks Dolar Melemah Usai Nvidia Catat Lonjakan Pendapatan

Dolar AS melemah pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah laporan pendapatan Nvidia yang melampaui ekspektasi meningkatkan kepercayaan investor. Di saat yang sama, pasar masih menunggu rincian kebijakan tarif terbaru Amerika Serikat terhadap impor barang asing.

Mengutip Xinhua, indeks dolar yang mengukur nilai tukar greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,15 persen menjadi 97,7.

Pada penutupan perdagangan di New York, euro menguat menjadi USD1,1805 dari USD1,1779 pada sesi sebelumnya. Poundsterling Inggris juga naik menjadi USD1,3551 dari USD1,3502.

Namun, dolar AS menguat terhadap yen Jepang menjadi 156,44 yen dari sebelumnya 155,78 yen. Di sisi lain, dolar melemah terhadap franc Swiss menjadi 0,7729 dari 0,7735.

Mata uang Negeri Paman Sam juga turun terhadap dolar Kanada menjadi 1,3678 dari 1,3704, serta melemah terhadap krona Swedia menjadi 9,0219 dari 9,0449.

Optimisme dari Nvidia

Kepercayaan investor meningkat setelah perusahaan teknologi terkemuka di sektor kecerdasan buatan, Nvidia, memproyeksikan pendapatan kuartal pertama di atas perkiraan pasar. Sentimen positif tersebut mendorong penguatan saham-saham Wall Street dan memperpanjang reli sektor teknologi hingga mencapai level tertinggi dalam dua minggu.

Meski demikian, saham Nvidia sempat terkoreksi dalam perdagangan setelah jam kerja, sementara indeks berjangka ekuitas AS juga menunjukkan pelemahan tipis.

Pasar Menanti Kejelasan Tarif

Di sisi lain, ketidakpastian masih menyelimuti kebijakan perdagangan AS, khususnya terkait respons Presiden Donald Trump terhadap putusan Mahkamah Agung pada 20 Februari yang membatalkan tarif darurat sebelumnya.

Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa tarif impor untuk beberapa negara berpotensi naik menjadi 15 persen atau lebih tinggi dari tarif baru sebesar 10 persen yang telah diberlakukan. Namun, ia tidak merinci mitra dagang yang dimaksud.

Analis dari Westpac mencatat bahwa pidato kenegaraan Presiden Trump tahun 2026 lebih berfokus pada ekonomi, tetapi tidak memberikan informasi baru yang signifikan terkait inisiatif kebijakan.

Kombinasi antara sentimen positif dari sektor teknologi dan ketidakpastian kebijakan tarif membuat pergerakan dolar AS cenderung terbatas, dengan kecenderungan melemah terhadap mayoritas mata uang utama lainnya.

Dikutip dari metrotvnews.com