Prambanan Shiva Festival Angkat Kembali Spiritualitas dan Warisan Peradaban Nusantara
3 mins read

Prambanan Shiva Festival Angkat Kembali Spiritualitas dan Warisan Peradaban Nusantara

Candi Prambanan kembali menjadi pusat perhatian dunia spiritual dan budaya lewat peluncuran “Prambanan Shiva Festival: The Month of Shiva for Spiritual, Peace, and Harmony”.
Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan spiritual selama sebulan penuh di kompleks Candi Prambanan.

Beragam kegiatan seperti yoga massal, meditasi, seminar budaya, pementasan seni spiritual, hingga puncak perayaan Maha Sivaratri Celebration akan digelar sepanjang festival berlangsung. Festival ini mengajak umat Hindu dan masyarakat luas untuk merenungkan nilai kesucian Dewa Siwa sebagai sumber energi kesadaran tertinggi.


🌺 Kebangkitan Spiritualitas di Tengah Kehidupan Modern

Ketua Tim Kerja Prambanan, I Nyoman Ariawan, menyampaikan bahwa Prambanan Shiva Festival merupakan wujud kebangkitan spiritual di tengah kehidupan modern yang semakin cepat dan materialistis.

“Kami ingin menghidupkan kembali Prambanan sebagai ruang spiritual yang menyatukan manusia dengan kesadaran spiritual. Festival ini adalah persembahan suci untuk Siwa, simbol kesadaran dan keseimbangan, sekaligus panggilan untuk menebarkan vibrasi damai bagi semesta,” ujar Ariawan dalam keterangan tertulis, Senin (10/11/2025).

Ariawan menambahkan, rangkaian kegiatan festival akan mencakup Shivaratri, Shiva Temple Run, Spiritual Tour, Pameran Lukisan Spiritual, hingga Parade Budaya Nusantara.
Puncak acara akan ditandai dengan Malam Mahasivaratri, malam suci pemujaan kepada Dewa Siwa melalui japa, dhyana, dan puja bersama di pelataran candi.


🙏 Apresiasi dari Kementerian Agama dan Pariwisata

Hadirnya Prambanan Shiva Festival mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan pemerintah.
Sekretaris Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, I Ketut Budiasa, menilai bahwa ajaran Siwa yang menjadi dasar festival ini memiliki makna universal dan relevan bagi perdamaian dunia.

“Nilai-nilai Siwa mengajarkan keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa. Melalui festival ini, kita merayakan kesadaran yang menyatukan manusia, alam, dan Tuhan dalam satu harmoni. Inilah esensi spiritualitas Hindu yang relevan untuk dunia yang damai,” jelas Budiasa.

Sementara dari sisi keagamaan, Direktur Urusan Agama Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, I Gusti Made Sunartha, menilai bahwa festival ini merupakan bentuk nyata dari moderasi beragama.

“Prambanan Shiva Festival menggabungkan nilai keagamaan, budaya, dan edukasi dalam satu ruang dialog yang damai. Ini cara kita menunjukkan bahwa spiritualitas Hindu berperan penting dalam membangun harmoni sosial,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata RI, Ni Komang Ayu Astiti, yang menilai festival ini memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata nasional dan internasional.

“Event ini dapat menjadi magnet wisata budaya untuk meningkatkan pergerakan wisatawan Nusantara dan mancanegara,” ungkapnya.


💫 Dari Spiritualitas ke Ekonomi Berkelanjutan

Di sisi lain, Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur, berharap momentum Prambanan Shiva Festival bisa memperkuat peran Candi Prambanan sebagai pusat ekonomi berbasis spiritual.

“Kita ingin menjadikan Prambanan sebagai gerbang kebangkitan ekonomi umat yang berbasis nilai-nilai spiritual dan budaya. Pariwisata yang berkarakter harus memberikan pengalaman bermakna bagi wisatawan sekaligus manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Gistang, kolaborasi antara sektor spiritual dan pariwisata akan menjadi model ideal untuk membangun keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan lingkungan di masa depan.


🕉️ Merawat Warisan, Membangun Harmoni

Melalui Prambanan Shiva Festival, Indonesia menegaskan kembali posisi Candi Prambanan bukan hanya sebagai situs warisan dunia, tetapi juga ruang hidup spiritual dan kebudayaan Nusantara yang terus berdenyut.
Festival ini menjadi simbol ajakan untuk merawat nilai-nilai kedamaian, kesadaran, dan harmoni—pesan universal yang melampaui batas agama dan bangsa. Dikutip dari news.detik.com