Menkeu Purbaya Beberkan Jurus Capai Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
3 mins read

Menkeu Purbaya Beberkan Jurus Capai Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027. Strategi tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPR RI saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027.

Menurut Purbaya, pemerintah akan mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk mempercepat perputaran ekonomi, memperkuat sektor riil, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sinergi Fiskal, Moneter, dan Sektor Keuangan

Purbaya menjelaskan bahwa salah satu kunci utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi adalah menyelaraskan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar saling mendukung.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi dapat bergerak lebih cepat sehingga mampu mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Pada tahun 2027 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan rakyat sejahtera lebih cepat. Memastikan kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara bekerja selaras untuk akselerasi investasi, menggerakkan sektor riil, dan penciptaan lapangan kerja agar aktivitas ekonomi berputar lebih cepat sehingga ekonomi dapat tumbuh lebih tinggi,” ujar Purbaya dalam tayangan Headline News Metro TV, Rabu (10/6/2026).

Danantara Jadi Motor Percepatan Investasi

Pemerintah juga akan memperkuat peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai salah satu instrumen utama untuk mendorong investasi produktif.

Menurut Purbaya, Danantara akan difokuskan untuk mempercepat investasi bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor, khususnya pada sektor-sektor strategis yang mampu memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan partisipasi investor global dalam investasi jangka panjang guna memperkuat nilai aset negara dan memperbesar sumber pembiayaan pembangunan.

Daya Beli Masyarakat Jadi Prioritas

Di sisi lain, pemerintah menilai penguatan konsumsi rumah tangga tetap menjadi faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, berbagai program perlindungan sosial akan terus diperkuat untuk menjaga daya beli masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui stabilitas harga, pengendalian inflasi, serta perluasan kesempatan kerja.

Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat dan terkendalinya inflasi, konsumsi rumah tangga diharapkan dapat tumbuh lebih kuat dan menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi.

Program Unggulan Diperkuat

Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 2027, pemerintah juga akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah program prioritas nasional.

Beberapa program unggulan yang menjadi fokus antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, serta Sekolah Rakyat.

Purbaya menegaskan program-program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Pelaksanaan program secara efektif dan berkualitas diyakini dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai daerah, memperkuat sektor riil, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.

Target Ekonomi Tumbuh Lebih Tinggi

Melalui kombinasi kebijakan fiskal, moneter, investasi, dan program sosial yang terintegrasi, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027 dapat tercapai.

Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pertumbuhan, meningkatkan investasi, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.