Per 10 Juni 2026, Harga Pertalite Masih Stabil di Rp10.000
2 mins read

Per 10 Juni 2026, Harga Pertalite Masih Stabil di Rp10.000

Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menegaskan tidak ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat.

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.

“Harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” ujar Bahlil Lahadalia, Rabu (10/6/2026).

Harga Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter

Berdasarkan informasi terbaru dari Pertamina Patra Niaga per 10 Juni 2026, harga Pertalite (RON 90) masih bertahan di level Rp10.000 per liter.

Keputusan mempertahankan harga Pertalite menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat serta mengendalikan laju inflasi.

Selain Pertalite, harga Solar subsidi (CN 48) juga tidak mengalami perubahan dan tetap dijual sebesar Rp6.800 per liter.

Stabilitas harga BBM subsidi dinilai penting karena berpengaruh langsung terhadap biaya transportasi, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi masyarakat secara luas.

Pemerintah Jamin Stok BBM Aman

Selain memastikan harga tetap stabil, pemerintah juga menjamin ketersediaan pasokan energi nasional hingga akhir tahun 2026.

Bahlil menyebut kebutuhan minyak mentah (crude oil) nasional untuk periode hingga Desember 2026 telah diamankan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM di dalam negeri.

“Untuk crude (minyak mentah) satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan Desember, insyaallah sudah aman. Jadi kita nggak perlu risau,” kata Bahlil.

Pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk memperluas kerja sama internasional dalam pengadaan pasokan minyak mentah.

Rusia Siap Dukung Ketahanan Energi Indonesia

Sebagai bagian dari strategi penguatan sektor energi, pemerintah menjajaki kerja sama dengan Rusia untuk mendukung kebutuhan minyak nasional.

Menurut Bahlil, Rusia tidak hanya berpotensi menjadi pemasok minyak mentah bagi Indonesia, tetapi juga siap berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur energi.

“Kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia. Pihak Rusia juga siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” jelasnya.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional sekaligus memperkuat keamanan pasokan energi dalam jangka panjang.

Daftar Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026

Berikut rincian harga BBM Pertamina yang berlaku per 10 Juni 2026:

BBM Subsidi

  • Solar (CN 48): Rp6.800 per liter
  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter

BBM Nonsubsidi

  • Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
  • Pertamax Green (RON 95): Rp17.000 per liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750 per liter
  • Dexlite (CN 51): Rp23.000 per liter
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp24.800 per liter

Dengan kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi dan jaminan ketersediaan pasokan hingga akhir tahun, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.